Home » News » Harga CPO Menguat Abaikan Apresiasi Ringgit

Harga CPO Menguat Abaikan Apresiasi Ringgit

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (18/7/2017), setelah harus tergelincir pada sesi perdagangan sebelumnya akibat prediksi kenaikan produksi pada Juli.

Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, menguat 0,51% atau 13 poin ke posisi 2.550 ringgit per ton pada pukul 10.25 WIB.

Pagi tadi, harga CPO dibuka dengan kenaikan 0,35% atau 9 poin di posisi 2.546, setelah pada perdagangan Senin (17/7) berakhir melemah 0,55% atau 14 poin di level 2.537.

“Ada perkiraan bahwa produksi di Malaysia akan naik tajam pada Juli,” ujar Joelianto, seorang pedagang di PT Sinar Mas Agro Resources and Technology, seperti dikutip dari Bloomberg.

Di sisi lain, menurut perusahaan kargo Societe Generale de Surveillance (SGS), ekspor minyak sawit Malaysia naik 17,6% dari 523.505 ton pada 1 Juni-15 Juni menjadi 615.671 ton sepanjang 1 Juli-15 Juli.

Sementara itu, nilai tukar ringgit hari ini terpantau lanjut terapresiasi 0,03% ke posisi 4,2865 per dolar AS pada pukul 10.07 WIB, setelah kemarin berakhir menguat 0,10% di posisi 4,2880.